daftar

DIAM BUKANLAH SELALU EMAS (SILENT IS NOT ALWAYS GOLD).

DIAM BUKANLAH SELALU EMAS (SILENT IS NOT ALWAYS GOLD).

Pepatah kuno orang barat “Silent is Gold”, tentu sangat kita kenal. Akan tetapi untuk masa sekarang apakah masih relevan? Bisa saja pepatah itu beralih rupa menjadi “Silent is not always Gold”. Bangsa Amerika di jaman globalisasi menyatakan bahwa “Silent is the stupidity” (diam itu adalah kebodohan), Lain lagi orang orang Jepang, menafsirkan diam, sebagai pengakuan rasa bersalah. Lain pula orang jawa, yang mengisyaratkan diam sebagai suatu ketidakpastian (ambiguity). Orang India secara definitip menyatakan diam sambil menganggukan kepala sebagai pernyataan tidak sependapat

Kita yang hidup di Indonesia, lebih cenderung mengambil kaedah orang Jawa yang menafsirkan diam sebagai bentuk ambiguity (ketidakpastian). Hal ini disebabkan oleh budaya patternalistik yang telah mengakar ratusan tahun. Rasa sungkan untuk berkata tidak setuju terhadap pendapat orang yang lebih berkuasa, meski suara hatinya menyatakan tidak setuju. Sikap inilah yang banyak muncul dalam bentuk mengiktui kata orang yang lebih kuasa, dibanding mengikuti suara hatinya,

Dengan uraian seperti diatas, maka terungkap bahwa “Silent is not always Gold”. Bisa juga berarti diam adalah representasi stupidity (kebodohan), atau bisa juga berarti pengakuan atas kesalahan yang dilakukan.
Kalau ditanya, berapa banyak orang sih yang berani mengakui kesalahan. Yah mungkin bisa dihitung dengan jumlah jari. Kesalahan biasanya ditutup dengan aneka alasan. Sedangkan yang namanya alasan 99% adalah bohong. Dengan kata lain supaya diri ini terlihat bersih maka tidak segan-segan ditutup dengan kebohongan yang mengalihkan (placement) kesalahan kepada pihak/obyek lain. Misalnya datang terlambat ke kantor, dengan alasan jalan macet. Janji tidak tepat waktu dengan alasan ada kesibukan lain yang tidak bisa ditinggalkan. Sedang meeting dengan client padahal sebenarnya sedang mojok dengan pacar atau selingkuhanya. Jelasnya aneka kebohongan secara sadar penuh dibuat sebagai alasan agar diri terlhat bersih dimata orang lain.

Phenomena aneka kebohongan mau tidak mau harus diakui selalu ada di lingkungan kehidupan kita, yang menjadi cost (biaya) kelakuan, Bahkan kebohongan disimpan rapi dalam “safey box” supaya tidak bisa dilihat oleh orang lain. Bukankah ini kita mengeluarkan extra cost (biaya ekstra) terhadap kelakuan ?
Bicara soal kebohongan, memang diakui ada jenis kebohongan tertentu yang di tolerir dilakukan, jika dalam keadaan memaksa (force major). Seperti seorang tawanan perang yang sedang di interogerasi terpaksa berbohong untuk melindungi induk pasukanya.

Yang harus dan patut kita fahami, bahwa kebenaran / kebaikan, akan selalu bisa merembes keluar dari ketatnya pagar kebohongan. Cepat atau lambat pasti alir kebenaran / kebaikan akan memberikan informasi keadaan yang sesungguhnya terjadi. Dan jika kebenaran / kebaikan sudah terkuak, maka akan menutup seluruh pintu rezeki bagi pelaku kebohongan, sebagai konsekwensi logis, baik datang dari arah verikal (sunnatullah) maupun dari arah horizontal sebagai pelanggaran hukum-hukum sosial.

Zaman sekarang kita tidak bisa lagi mengatakan bahwa “diam itu emas (silent is gold)”. Karena, diam adalah ekspressi ambiguity (ketidakpastian) yang penuh dengan teka teki keraguan. Tidak ada satupun persoalan / masalah yang bisa diselesaikan dengan cara diam.

Jika kita melempar uang logam (koin) 100an rupiah. Kemudian kita menebak sisi koin mana yang jatuh menghadap kita. Gambar Garuda atau angka 100 ? Dalam beberapa lemparan, mungkin saja tebakan kita benar atau sebaliknya salah. Intinya kita segera akan tahu kejadian akhir yang terjadi, Dengan kata lain tahu dan faham kejadian yang sesungguhnya terjadi.
Akan tetapi jika kita hanya berdiam diri, tidak pernah berani melempar koin tersebut, kita tidak akan pernah tahu sisi koin mana yang akan jatuh menghadap kita. Dengan kata lain kita tidak akan pernah bisa tahu apa kejadian yang sesungguhnya akan terjadi.

Oleh karena itu menjalani kehidupan tidak bisa dilakukan dengan berdiam diri dalam menghadapi setiap persoalan. Jika dalam pengambilan keputusan ternyata salah, Maka harus berani mengaku salah. Maka akan banyak orang lain yang akan membantu diri kita untuk keluar dari kesalahan.
Tidak satupun manusia di dunia yang bisa bertindak benar. Tanpa pernah tahu aneka kesalahan yang perjadi. Apakah kesalahan itu dipelajari dari pengalaman orang lain atau pengalaman sendiri. Resiko terkecil adalah belajar dari pengalaman orang lain

Kalu kita memahami, bahwa kebohongan adalah mutlak salah. Maka mulai saat ini tinggalkan dan lupakan.
Kalau kita memahami, bahwa teman kita, sebagai pemicu diri kita berbuat kebohongan. Maka jangan ragu-ragu. Tinggalkan dan lupakan dia.
Dan akhirnya......., jangan lagi memberikan ruang kosong didalam diri, menjadi tempat tinggal yang empuk bagi kebohongan.
Jangan serahkan kepada orang lain untuk berpura pura menjadi pemiliki apa yang kita miliki. Karena pura pura adalah titik awal kebohongan.

Sirigig kudu jeung harti, sarengkak rejeng pikiran.
Memeh prak sing ati-ati, lamun sidik goreng singkiran
(terjemahan bebas:......
Tempatkan suara hati nurani kedalam pikiran. Selalu waspada dan hati-hati. Jika tahu ada kesalahan, segera singkirkan)

Tara bagja nu dongkap lamun anjeun ungkul cingogo (tidak ada kebahagiaan yang datang, kalau kita hanya duduk-duduk saja).

Wassalam

Manunggal / Manunggaling kawula Gusti

Manunggal adalah kosa kata bahasa Jawa yang artinya bersatu. Kata “Manunggal” merupakan terminologie dari Manunggaling Kawulo GUSTI yang secara harfiah berarti Aku menyatu dengan AKU, Hidup menyatu denganHIDUP. Yang berujung Aku adalah AKU atau Hidup adalah HIDUP.

Allah sebagai Dzat yang memiliki ketakterhinggaan memiliki predikat tanpa batas atau Yang Maha..... Karena Ketakterhinggaanya (tak bisa dijangkau) melekat pada kuasa,kebesaran, kesucian, keadilan yang sulit dijangkau nalar.

Konsep manunggal sebagai pengertian yang menembus pada area ketakterhinggaan. Yang pada awal merupakan wewarah atau ajaran filsapat ternyata dapat dibuktikan secara ilmiah melalui matematik teori limit keterhinggaan yang menembus rahasia ketakterhinggaan.
Sehingga Manunggal tidak lagi merupakan filsafat, tetapi berubah menjadi ilmu yang ilmiah yang bisa dinalar secara universal terlepas dari unsur keberpihakan keyakinan manapun.

Orang bijak mengatakan bahwa jika suatu pengertian jika bisa dibuktikan secara matematis, maka pengertian akan menjadi ilmu yang ilmiah. Dan sebaliknya jika belum bisa dibuktikan secara matematis maka pengertian itu hanya merupakan satu filsafat.

Pertanyaanya, apakah Manunggal / manunggaling kawula GUSTI berbentuk
Filsafat atau berbentuk Ilmu ?
Mari kita telaah bersama. Dalam teori limit matematik, bahwa suatu bilangan jika dibagi dengan Nol menjadi tidak terhingga (X / 0).

Jika X = Y , maka jika X / Z menjadi sama dengan Y / Z.

Hal tersebut adalah matematik normal yang menjadi “syariat” operasi matematik.

Coba kita lihat jika ketakterhinggaan ditembus (membolehkan pembagian 0 dibagi 0),
dengan hukum "syariat matematik" X : X = 1 atau 10 : 10 = 1 atau
suatu bilangan dibagi dengan bilangan yang sama hasilnya sama dengan satu. Maka terjadilah 0 : 0 = 1

Semua bilangan jika dikalikan dengan angka 0 hasilnya adalah 0
X = 0 x 5 ......maka X = 0
Y = 0 x 1000 .....maka Y = 0 dan X = Y

jika X : 0 dan Y : 0, sedangkan X = Y, maka....

(0 x 5) : 0 = (0 x 1000) : 0
(1 x 5)= (1 x 1000)
5 = 1000

Dengan cara pengerjaan tersebut (membolehkan pembagian dengan angka 0), maka terbongkarlah sesungguhnya rahasia angka-angka 1, 2, 9, 1000, atau 10000 atau berapapun itu sama saja, tidak ada bedanya.
Dalam bahasa agama, mulai dari raja, presiden, wali, kere, pengemis, kiayi, ustad, polisi, seniman, itu sama nilainya derajatnya jika dihadapkan kepada mereka yang mampu menembus rahasia ketakterhinggaan (yang membolehkan pembagian dengan angka 0: menenggelamkan bulatan dunia sebagai pusat orientasi).

Masalah utamanya adalah “wali matematik” tidak membolehkan pembagian dengan angka 0. Dalam logika “wali matematik” pembagian dengan menggunakan angka 0, adalah melanggar “syariat matematik”, yang hanya akan merusak jagad perhitungan matematik.

Dengan bahasan ini. Wewarah manunggal adalah berstatus ilmu pengetahuan (science) yang sejajar dengan ilmu pengetahuan lainya.

Wassalam

Kenalilah dirimu sebelum mengenal ALLAH



Kenalilah dirimu sebelum mengenal ALLAHSebelumnya mari kita bershalawat kepada junjungan kita Rasulullah Muhammad SAW.
Washalaatu wasasalaamu 'aala khairi khalqihi sayyidinaa Muhammadinsayyidil anbiyaa-i wal mursaliin wa 'alaa aalihii washahbihii wasallama. Amma ba'du.

Dengan berpegang pada sunah Rasulullah :
"WAMA 'ARAFA NAFSAHU FAQOD 'ARAFA RABBAHU"
Barang siapa mengenal diri sendiri, sesungguhnya ia mengenal TUHAN.
Yakini bahwa kalimah diatas berlaku universal dan bersifat lintas agama. Karena untuk mengenal diri sendiri adalah hak azasi semua umat.
Masalahnya adalah kita terbentur pada metodenya. Untuk metode yang paling sederhana saja diperlukan keberanian. Apalagi menggunakan metode yang lebih sophisticated. Tentunya diperlukan keberanian yang lebih.

Pertama :
Hilangkan dari pikiran semua yang berbau kata-nya..yang belum pernah kita rasakan. Hilangkan / kosongkan semua bunyi isi kitab suci Zabur, Taurat, Injil, Al Qur'an, Wedha dan semua kitab ilmu pengetahuan apapun yang ada didalam pikiran.
Kata kuncinya adalah. ALLAH SUDAH ADA sebelum semua kitab suci dan kitab ilmu pengetahuan turun kedunia.

Kedua:
Yakini bahwa ALLAH adalah hanya sebutan karena kata-kata Allah terjadi sesudah manusia bisa bicara. Sebelum manusia bisa bicara , sebutan kata-kata Allah belum ada.

Ketiga :
Dalam kebisuan, ketulian cari siapa yang menguasai diri kita. Fakta menyatakan bahwa HIDUPlah yang menguasai diri kita. tanpa HIDUP diri kita tidak pernah bisa merasa, tidak pernah bisa melihat, tidak pernah bisa mendengar, tidak pernah bisa shalat, tidak pernah bisa belajar, tidak pernah bisa bekerja. Bukti bahwa HIDUP itu MAHA MENGUASAI semua yang bergerak, semua yang tumbuh. Oleh karena itu HIDUP Dilafadskan dengan sebutan ALLAH.

Keempat :
Jangan takut anda di cap murtad oleh siapapun. Dan jangan menceritakan kepada orang lain sebelum anda merasakan sendiri buktinya. Karena ini hukum ma'rifat (al ma'rifatus illah Haq).

Kelima :
Yakini dan rasakan Kekuasan ALLAH atas alam semesta. Melalui tindakan (laku). Karena sesungguhnya kuasa manusia hanya seperti sebutir debu ditengah padang pasir.

Keenam:
Rasakan tanda-tanda / sinyal bahwa anda telah mulai mengenal diri. Karena mengenal diri adalah gerbang untuk mengenal ALLAH.

Tanda pertama
Jika kita berpuasa, kita tidak akan pernah merasa lapar.
Karena ALLAH tidak makan dan minum.

Tanda kedua:
Jika melihat / mendengar lawan jenis, tidak timbul berahi dimata, didada, ditelinga dan di kemaluan.
Karena ALLAH adalah tunggal, tidak ada sekutu bagi-NYA

Tanda ketiga:
Tidak pernah menuntut atas segala kekurangan imbalan dari apa yang kita kerjakan. Karena semua rezeki di atur/ ditentukan oleh ALLAH

Tanda keempat:
Tidak menyalahkan / menghakimi (keyakinan) orang lain, baik seiman maupun tidak.
Karena keputusan Benar atau Salah, ALLAH yang menetukan.

Tanda kelima:
Mampu berbuat adil atas harta dan perasaan tanpa mengharap imbalan. Karena ALLAH memberi tanpa diminta.

Tanda keenam:
Sebenar-benarnya masih ada banyak tanda-tanda yang bisa dideteksi dan dirasakan bila kita mulai mengenal diri. Karena seluruh Sifat ALLAH ada didiri seluruh umat manusia, tidak terkecuali.

Nah Sekarang coba di ingat-ingat, tanda mana yang sudah anda dapat rasakan ?
Semakin banyak tanda-tanda yang didapat maka semakin dekat diri ini kepada ALLAH.

Wassalam.

Siapakah Aku ?

Diriku Adalah Dirimu Tapi Aku Bukanlah Engkau !



Yaa Tuhan… alangkah menakjubkan ketika aku hidup, aku tidak tahu dimana Kau berada. Padahal Kaulah yang ADA, tapi mengapa yang ADA menjadi TIDAK ADA, apakah yang ADA itu TIDAK ADA? Ataukah yang TIDAK ADA itu yang ADA? kalau begitu matikan aku biar aku tidak ada sehingga aku mengenal yang ada dan lebur kedalamnya .



Kalau begitu siapa hakikat aku ?



Yaa Alloh… aku tahu ketika aku jatuh, hancur itu karena diriku yang ada disana, dan ketika diriku tidak ada disana semua berubah kulihat tidak ada siapa siapa, dan ketika aku tidak bisa melihat apa-apa nyatalah hanya Engkau, Engkau sendiri. tidak ada siapa-siapa lagi. karena Engkaulah Alloh Tuhan yang tiada apapun selain Engkau.



Dan siapakah diriku ini? Yang pasti aku bukanlah Engkau, karena aku bukanlah apa apa dan bukan siapa-siapa.



Yaa Tuhan… ketika mata melihat dan telinga mendengar, hati merasakan semakin kulihat, kudengar dan kurasakan semakin buta, tuli dan pekak jiwa ini.


Yaa Salam.. Yaa Tuhanku.. kucoba kucari disana tak kutemukan kau disana, sehingga aku tersesat disana. semakin aku meronta, berusaha semakin jauh aku tersesat. jalanku buntu akhirnya aku diam, pasrah siap hancur, dan mati.


Dan ketika selimut mati kau selimutkan padaku. maka tiadalah aku. dan alangkah terkejutnya diriku karena nampak semuanya itu palsu, fatamorgana, tidak ada dan kosong belaka.



Yaa Alloh Tuhanku mengapa aku melihat ?

Mengapa aku mendengar dan merasakan sesuatu yang tidak ada dan kosong ?



Alangkah Agungnya Kau Tuhanku, ciptaan, makhluk-Mu dari yang tidak ada kau jadikan ada, menjadi aku buta tidak mengenalMu sama sekali. maka kembalikan aku dalam ketiadaan karena sesungguhnya aku tak kan pernah ada.



Yaa Alloh Tuhanku kalau begitu siapakah aku ini ? karena aku tidak pernah ada, dan aku bukan apa apa dan bukan siapa siapa.



Firman Alloh :


"Karena itu, ingatlah kepada-Ku, niscaya aku akan mengingatmu pula. Dan bersyukurlah kepada-Ku, serta janganlah kamu mengingkari nikmat-Ku." (QS. Al-Baqarah 152)

Hebat dan mulya sekaliTuhan yang Maha Agung dan Maha Wujud mengingat hamba yang lemah dan tidak wujud.Hanya karena mengingat-Nya.



Maka Siapa yang bisa mengingat-Nya ?


Apakah yang tidak ada bisa mengingat yang ada ?


Apakah DIA mengingat DIA? tentu tiada keraguan lagi.


Mungkinkah yang TIDAK ADA bisa bersukur kepada yang MAHA ADA ? tentu tidak dan mustahil.


Maka DIALAH Yang Bersukur Pada DIA'



Didalam Azzumar 30 :


"Innaka Mayyitun Wa Innahum Mayyitun"


Sesungguhnya kau adalah mati dan kamu semua adalah mati.



Karena yang hidup dan yang ada hanya satu Alloh!



Didalam surat Al Anbiya' 21


Sekiranya ada di langit dan di bumi (jagad) tuhan-tuhan selain Allah, maka rusaklah jagad ini.



Karena mustahil ada dua yang wujud dan mustahil ada dua yang MAHA.



Firman Allah : "Kullu Syai In Haalikun Illaa Waj Hah"


"Segala sesuatu rusak hancur kecuali Alloh".



Karena semuanya adalah ciptaan dan tidak ada, hancur dan binasa.



Rasulullah SAW bersabda : "Alaa Kullu Syai In Maakholalloha Baatil."


"Camkanlah, bahwa segala sesuatu selain Allah itu palsu, kosong, tidak ada. Dan tiap nikmat kesenangan dunia pasti rusak lenyap".




Firman Allah surat Al Anfal l1 :


Dan bukanlah Kau yang melempar (ingat,syukur,ibadah,dll)tetapi Alloh lah yang melempar (ingat,sukur,ibadah.dll.)



Maka barang siapa yang lebur kedalamnya, maka Alloh berfirman :


"….maka mereka itu kejahatan mereka diganti Allah dengan kebajikan. Dan adalah Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang". (Al Furqon70)




Ya Alloh ,Ya Tuhan Kami…. Siapakah Kau ?


Apakah Kau ada didalam diriku ?


Sesuci inikah diri ini ?Apakah kau dihatiku ?


Apakah juga sesuci inikah hati ini ?




Kau yang suci adalah hanya sebuah nama. Perkenankanlah kami Ya Alloh untuk mengenal dibalik asma Agung itu.



Kusebut AsmaMu, kuingat asmaMu tapi aku tidak tahu siapakah diriMu, sehingga ku ucap ALLOHU AKBAR, ALLOHUSSOMAD, ALLOHU KHOLAQOSSAMAWAA TI WAL ARD tapi tetap aku tidak tahu.



Butakah diriku ini ? Kusebut asmaMu tapi lupa, ku ingat asmaMu tapi lupa, kusembah DIRIMU tapi aku tidak tahu.


Dimana Kau kucari ya Tuhanku ? yang tau Kau adalah Kau, yang ingat Kau adalah Kau,yangmelihat Kau adalah Kau. Semuanya ini ada digenggamanMu karena semuanya adalah IRODATMU.



Apa arti diri ini?



Diri ini tiada arti, tidak ada apa apa dan bukan siapa siapa.



Tapi mengapa harus ada? mengapa harus hidup ?



Dholim amat diri ini bila harus ada dan harus hidup. Lenyapkanlah Ya Alloh semuanya ini kembalikanlah kami kepangkuanMu agar aku tahu tentang diriMu. (alamhikmah.org / diambil dari catatan pribadi Prof. H.Muhammad Heru S.)



Technorati : Renungan, hakekat kehidupan, hikmah

Del.icio.us : Renungan, hakekat kehidupan, hikmah

Zooomr : Renungan, hakekat kehidupan, hikmah

Flickr : Renungan, hakekat kehidupan, hikmah

Mulai Sekarang Surga dan Neraka Akan Saya Bakar!

Mulai Sekarang Surga dan Neraka Akan Saya Bakar!

Pasti anda tercengang dengan judul kontroversional sekarang yang penulis hadirkan, jangan-jangan penulisnya sudah gila!. Atau penulis mendapat wahyu setan! Tapi benar saya akan membakar surga dan neraka. Tapi tolong jangan terburu digenerelisasi dulu. Tolong artikel ini dibaca dengan tuntas agar tidak ada kesalahpahaman. Mari bersama-sama kita membongkar tentang rahasia ketuhanan ini.

Didalam doa iftitah "sesungguhnya sholatku, ibadahku, hidup dan matiku hanya keperuntukkan engkau yaa Alloh", tapi bagaimana dengan niat dan sikap kita? sudah luruskah tujuan hidup kita? atau hanya sekedar slogan belaka! atau malah kita terjebak dengan pahala-palaha, surga, dan bidadari yang dijanjikan oleh Alloh kepada hambaNya yang bertakwa? Atau malah kita beribadah malah takut dengan azab, siksa dan nerakanya?

Gara-gara iming-iming hadiah inilah sampai mujahidin garis keras terdoktrin untuk melakukan bom bunuh diri, dan ketika ia meledakkan diri, bayangan didepannya nampak bidadari telah menanti melambaikan tangan untuk menjemput arwahnya. dan dia tidak tahu bahwa ketika nyawa lepas dari jasad semua nampak akan kepalsuannya bahwa semua adalah kosong dan menipu Astagfirululloh!.

Masih ingatkan pada postingan sebelumnya bahwa itu semua bayangan, kosong, fatamorgana, dan tidak ada. Mengapa kita mencari sesuatu yang tidak ada? Padalah yang Maha Ada, jelas ada! Dan mengapa malah tidak mencari yang Maha Ada?.

Kalau begitu dimana kemurnian keimanan kita? maka seandainya surga dan neraka tidak ada, apakah kita masih sujud dan menghamba kepadaNya? Jujurlah jangan menipu diri!.

Dan ini bukan semata-mata kesalahan dari kita kesalahan sebenarnya terletak dari ulama maupun pemuka-pemuka agama itu sendiri, yang menyesatkan kita dalam belenggu dogma agama yang keliru! Dengan memasukkan racun-racun tauhid yang mematikan syaraf-syaraf sifat kehambaan kita.

Ambillah sebuah contoh bagaimana sikap ulama-ulama memberikan sebuah ceramaha agama? Benarkah sudah lurus atau masih berkutat dalam lingkaran makhluk yaitu mengajak kita untuk mencari surga bukan mencari yang membuat surga ? Atau ketika bulan ramadhon datang, Terutama memasuki hari-hari terakhir malam lailatul qodar, sudahkan kita diarahkan untuk beribadah secara murni dan tulus hanya semata karena Alloh? atau malah kita niat kita diarahkan untuk mendapat pahala serta kemuliaan malam lebih baik dari 1000 bulan dan dibebaskan dari neraka dan mendapatkan surga?

Begitupula ketika kita naik haji. Sudah luruskan pembina-pembina dan ulama-ulama kita mengarahkan niat beribadah kita serta mengajarkan adab lahir maupun batin untuk benar-benar menjadi tamunya Alloh tanah suci? Atau malah niat kita disesatkan untuk mencari kemuliaan menjadi haji mambur disana? Atau malah kita didoktrin supaya sholat di masjidil haram yang mana nilai pahalanya 100.000 kali dibanding sholat di masjid biasa? Dan masih banyak lagi contoh-contoh doktirn yang menyesatkan iman kita.

Maka Rosul bersabada dalam arti bebasnya

"Sejelek-jelek umatku diakhir zaman, bukan seorang pelacur, bukan pula seorang pembunuh, bukan seorang koruptor akan tetapi sejelek-jelek umatku diakhir zaman ialah ulama yang mana ulama itu dengan fatwanya menjerumuskan umat jauh dari Alloh"

Maka marilah kita sejenak merenung? Sudah luruskan niat ibadah kita? ataukah malah niat kita melenceng? terjebak dalam sesuatu yang tidak ada! Apa yang tidak ada? Itulah makhluk (surga, neraka, pahala, dosa, bidadari, dsb).

Firman Allah : "Kullu Syai In Haalikun Illaa Waj Hah"

"Segala sesuatu rusak hancur kecuali Alloh".

Karena semuanya adalah ciptaan dan tidak ada, hancur dan binasa.

Rasulullah SAW bersabda : "Alaa Kullu Syai In Maakholalloha Baatil."

"Camkanlah, bahwa segala sesuatu selain Allah itu palsu, kosong, tidak ada. Dan tiap nikmat kesenangan dunia pasti rusak lenyap".

Maka mulai sekarang SURGA dan NERAKA yang ada didalam hati akan saya bakar!,

Ingat yang saya bakar bukan surga yang dijajikan Alloh kepada hambanya yang bertakwa, tapi surga dan neraka yang ada didalam hati yang menyebabkan iman kita ternodai, dengan api tauhid menggunakan penyulut "NOL" tidak merasa apa-apa dimana manusia kembali pada posisi awalnya yaitu seorang hamba yang lemah dan penuh banyak dosa, serta benar-benar lillah hanya semata-mata karena Alloh, sehingga niat kita benar-benar tulus 100% murni menghamba kepadanNya.

Ternyata Aku Adalah Iblis Berwajah Manusia !

Masih teringat jelaskah rangakaian-rangkaian peristiwa yang telah membuat ibu pertiwi menangis ? iya benar, tragedi bencana alam yang memporak-porandakan tanah air Indonesia tercinta yaitu dengan beruntutnya bencana alam yang membuat ratusan ribu bahkan jutaan pasang mata memaksa untuk meneteskan air matanya untuk menangisi korban keganasan alam tersebut.


Sadar atau tidak sadar bencana alam itu sebenarnya sebuah peringatan keras bahwa pelaku-pelaku kejahatan akan tumbang tiada tersisa (penjahat, perampok, koruptor, teroris, pezina, penfitnah, penghasud, dsb).


Maka saat itu apa yang pertama kali yang ada dibenak kita tentang tumbangnya pelaku-pelaku kejahatan ?


Senang ?


Bahagia ? atau


Bersuka cita ! karena virus-virus perusak keindahan dunia telah mati !


Tolong di jawaban dengan sejujur-jujurnya ?


kalau anda menjawab iya maaf anda adalah level orang biasa bukan orang luar biasa


Akan tetapi jikau anda ingin menjadi orang yang luar biasa mendapatkan hikmah dibalik kejadian itu maka tanggalkan perasaan itu semua, karena orang yang luar biasa bukan melihat apa yang telah diperbuat tapi jauh dengan paradigma (sudut pandang) yang sebenarnya itu sebuah skenario dari Tuhan sebagai alat penguji manusia. karena pelaku-pelaku kejahatan merupakan suatu keuntungan yang sangat besar bagi orang berjiwa besar bukan orang yang kerdil jiwa dan hatinya, sebab pelaku-pelaku kejahatan itulah yang merupakan suatu penyeimbang dan indikasi munculnya hikmah-hikmah yang agung yang menjadikan suplemen jiwa kita untuk menjadi dewasa.


Kalau kita tahu betapa sangat terkejutnya apabila mengetahui rahasia dibalik hikmah tumbangnya pelaku-pelaku kejahatan. Ahli hikmah menangis dan bersedih dimana pelaku-pelaku kejahatan akan tumbang. Sebab suatu musibah yang sangat besar apabila pelaku-pelaku jahat itu tumbang, tidak akan ada lagi hikmah-hikmah yang terurai yang menjadikan dunia menjadi indah. karena pelaku-pelaku kejahatan ini merupakan suatu penyeimbang dunia agar tidak kiamat.


Tapi siapa yang tahan dengan fitnaan, cacian, yang dilemparkan terang-terangan di muka kita ?


Hanya orang yang berjiwa besarlah yang dapat menahan serangan itu semua walaupun terasa sangat sakit, pahit dan tidak enak dirasa, tapi paradigmanya merubah sesuatu yang sakit menjadi tidak terasa. Dengan zirah sabar dan ridholah yang menjadikan sebuah obat yang akan menyembuhkan penyakit-penyakit keangkuhan yang ada didalam jiwanya. Sehingga dengan dia dicaci, difitnah dan dihina, semakin jelas dan nampak bahwa dirinya adalah manusia yang lemah, hina, dan berlumuran dosa.


Sehingga hati apabila difitnah, dihina, dan dibenci orang dan kamu membalasnya dengan perbuatan yang sama kamu belum wahidiyah. Maka apabila bertemu dengan pengontras ketika sedikit kamu timbul perasaan benci, inilah taraf penyempurnaan wahidiyah di era yang akan datang .


Dengan perasaan nol tidak merasa ada apa-apa itulah yang menjadikan benteng hati yang sangat dasyat, karena hakekat semuanya adalah permainan dan sendau gurai belaka. Karena kuasa Alloh lah yang menjadikan itu semua seolah-olah tampak seperti nyata (susah, senang, sedih, dsb).



Maka tidak akan mungkin mutiara hikmah akan muncul sebelum sebelum ujian fitnah datang.



Tidak ada orang yang akan di muliakan yang tidak akan di uji, dicaci, dan di fitnah. maka lebih mulia dengan kita diam dan merenungi kekurangan diri sendiri, daripada membalas cacian dan fitnaan orang lain, karena sabar itu adalah tangga yang terselubung menuju kemuliaan (renungan untuk menjadi jiwa yang sempurna).



Sebagai contoh :


Seorang Abuizal Bakrie tidak akan risau apalagi marah jikalau ada seseorang datang dihadapannya terang-terangan mengatakan bahwa abu rizal bakrie itu seseorang yang miskin, kampungan, dan tidak punya uang, yang ada tertawa dan kasihan dengan apa yang dilakukan orang itu kepadanya. Siapa yang tidak tahu Aburizal Bakrie, salah seorang pengusaha terkaya dari indonesia.


Begitupula seseorang yang dekat kepada Alloh, dia tidak marah sedikitpun apabila cacian, fitnaan, serta hujatan menghujam dirinya. Kesabaran dan ridholah yang menjadi baju keagungannya. Karena dia sangat dekat dengan Sang Maha Benar. Tidak ada urusan baginya untuk marah apalagi membenci orang yang telah menyakiti dia, karena sadar tiada tempat untuk marah ketika dihina, sebab Alloh masih banyak menutupi aib kebusukan hatinya kepada sesama manusia.


Mari sekali lagi kita koreksi diri kita ? Pantaskah kita menjadi kekasih tuhan ?


keangkuhan atau sabarkah yang menjadi baju dalam menghadapi ujian yang diberikan Alloh kepada kita ?


Kalau sabar berarti kita adalah kekasih Alloh. Karena Alloh bersama orang yang sabar.


Akan tetapi sebaliknya ketika kita menghadapi tangga ujian kemulian akan tetapi baju keangkuhan dan kemarahanlah yang kita kenakan maka sebenarnya kita adalah iblis yang berwajah manusia! merasa paling benar sendiri dan tidak menduduki posisi seorang hamba yang lemah, hina, dan berlumuran dosa. Maka belum dikatakan sebagai "Pejuang Wahidiyah" jikalau kamu masih mempunyai rasa dendam dan marah terhadap orang yang membencimu !



Emas tetaplah emas, tidak akan berubah sampai kapanpun walau ditaruh didalam kotoran dan selokan. Begitupula kekasih Tuhan, apapun yang terjadi dia tidak akan pernah berubah sedikitpun karena aura akhlaqul karimah kelembutan dan kesabaran senantiasa terpancar didalam jiwanya.

Ternyata Aku lebih hina dari Seorang Pelacur !

Jangan terlampau kaget dengan judul yang kami berikan diatas dengan mengambil tema "Ternyata Aku lebih hina dari Seorang Pelacur !", coba baca, pahami dan selami, jangan terburu digenerelisasi !.

Betapa banyak kemuliaan Alloh yang diberikan kepada kita yang dibalut dengan ujian (Kisah Kesabaran Abu Bakar) tapi mengapa kita risau ? mengapa kita galau ? mengapa kita gundah ? dan mengapa putus asa dalam menghadapi suatu permasalahan hidup ? sampai mengangap tuhan itu tidak adil. Astagfirulloh !

Kalau begitu dimana nilai ibadah kita yang sekian banyak kita tumpuk ? nilai sholat kita,dimana senantiasa kita kumandangkan takbir kebesaranNya ? dan dimana pula nilai mujahadah kita yang notabene sebagai alat pembersih hati serta ketenangan jiwa ? tapi mengapa masih hati kita masih timbul suatu kerisauan, kegundahan dan kebingungan ? bahkan satu sama lain saling menyalahkan dan merasa baik dan menang sendiri ? apa yang salah didalam diri kita ?

Sejenak mari kita berfikir kedalam dengan hati yang jernih, apakah kita tidak sadar kalau kekuatan yang dasyat itu sangat dekat ! bahkan lebih dekat dari urat leher kita ! bagaimana mungkin ? butakah kita ?

di dalam QS Qaaf 50:16

"Wa nahnu aqrobu ilaihi min qoblil warid" bahwa "Sesungguhnya AKU lebih dekat dari urat lehermu"

Sungguh kekuatan itu dekat…! sangat dekat…!. kekuatan yang maha dasyat tidak tertandingi oleh siapapun juga. Akan tetapi sayang kita tidak bisa menemukannya sehingga mata kita buta tidak bisa melihat bahwa semua itu adalah kehendakNya, telinga kita tuli tidak mendengar bahwa itu adalah suara Tuhan, kaki kita pincang tidak tahu arah, sehingga hati kita mati dengan diliputi kegundahan dan kerisauan.

Akan tetapi seorang pelacur yang hidupnya bergelimangan dengan noda dan dosa telah berhasil menemukan kekuatan dasyat itu hanya sebab memberi minum seekor anjing. Iya hanya gara-gara memberi minum anjing ! yang mungkin tidak bernilai dan berharga, akan tetapi saat pelacur memberi minum seekor anjing, dia melibatkan kekuatan agung melalui getaran hati sehingga memunculkan perasaan rendah sehingga keluarlah linangan air mata suci yang membasahi pelupuk matanya, sehingga saat itulah kekuatan agung telah ia datangkan. semua dosa-dosa yang menggunung didalam dirinya, hancur lebur karena kekuatan yang maha dasyat.

Renungkan sejenak dari kisah hikmah diatas !

Bagaimana dengan kita ? pernahkah kita memunculkan perasaan rendah sebagai manusia yang banyak salah dan bergelimangan dengan dosa ? ataukah kita malah bertepuk dada merasa baik seperti iblis, sehingga muncul penyakit "AKU" : aku hebat, aku pandai, aku kaya, aku mulia, aku ahli ibadah, aku ahli mujahadah, aku pemimpin, aku ulama, aku kiayi, aku orang yang dituakan, aku keramat, dsb. maka apabila perasaan seperti itu kita sebenarnya lebih hina dari seorang pelacur yang telah dikisahkan diatas, bahkan kita adalah iblis tapi berwajah manusia !

Kenapa ? Karena bukan hak kita tapi malah kita aku, jadi TUHAN saja kalau begitu !

Mari kita koreksi kedalam !

Maka janganlah berputus asa untuk mencari kasih sayangNya, dan jangan pula bersedih "LaTahzan" karena kasih sayangNya meliputi segala sesuatu. Walaupun dosa kita menggunung jangan berputus asa. Walaupun permasalahan yang kita hadapi sangatlah berat jangan putus asa. Walaupun hantaman caci makian serta fitnah yang membuat jiwa kita tekapar seperti anjing melolong tiada daya jangan pernah putus asa. Sebab kalau kita hadapkan dengan kekuatan dasyat tersebut tidak ada yang tidak mungkin terselesaikan.

Maka temukan kuncinya…! temukan kekuatan dasyat itu… !

Ingat kekuatan dasyat itu sangat dekat bahkan lebih dekat daripada urat leher kita !

Temukan Tuhan didalam Kemaksiatanmu!

Apa yang kita cari didunia ini? Sudahkah kita menemukan tujuan hidup kita? Atau kita malah terjebak dalam kubangan lumpur dunia yang penuh ranjau-ranjau dunia yang mematikan?

Saat kita jatuh dalam dalam kubangan lumpur dunia apa yang kita lakukan? Berdoakah kepada Tuhan? Atau doa itu malah menjadi alat untuk memaksa Tuhan bukan lagi sebagai perintah untuk berdoa.

Masih ingatkah dalam postingan sebelumnya (Ternyata Aku lebih hina dari Seorang Pelacur !) bahwa Tuhan itu sangatlah dekat lebih dekat daripada urat leher kita ! tapi mengapa kita buta dan tidak bisa merasakan bahwa kekuatan agung itu bersama kita !.

"Wa nahnu aqrobu ilaihi min qoblil warid" bahwa "Sesungguhnya AKU lebih dekat dari urat lehermu" (QS Qaaf 50:16)

Kali ini kami akan mencoba membongkar dimana letak kesalahan kita? Lalu mengapa doa kita tidak terkabulkan? Lalu doa yang bagaimanakah yang bisa dikabulkan?

Kita pahami hakekat doa itu dulu! yang dimaksud hakekat doa adalah pasrah, tunduk, menyerah, tidak ada satupun perasaan aku yang bersemayam didalam hati kita. Setitik biji atom perasaan aku menempel dihati, kekuatan agung itu niscaya tidak akan pernah datang, karena kekuatan agung itu murni, tidak akan bisa tercampur dengan kekuatan apapun. (lihat postingan "bendera aku")

Maka doa yang paling di ijabahi yaitu ketika saat kita pasrah dihadapan Alloh, merasa tidak apa-apa (nol), tanpa doa tanpa bicara, tapi dalam doa itu memiliki rasa sehingga hati berucap "bersihkan hatiku" "sucikan jiwaku". Inilah doa hanya sekejap akan terkabulkan. Ingat harus benar-benar nol tidak merasa apa-apa !. jangan tergesa-gesa dan mendikte minta doa kita terkabulkan, tetap dalam hati pasrah, terserah kehendakNya. karena hakekatnya Alloh sendiri lebih tahu daripada kita, maka sodorkan kebutuhan pokok kita agar kita kenal kepadaNya.

Didalam Hadist Qudsi

Laa Yarifallaahu Ghoirullah : Yang mengenal Allah hanya Allah.

Aroftu Robbi Bi Robbi : "Aku mengenal Tuhan melalui Tuhan" (billah)

Billah gampang diucapkan akan tetapi tidak semua orang mampu merasakan. Ilmu bisa saja kita tumpuk tapi merasakan ilmu itu tidak semua orang bisa melakukan, maka jalan tercepat untuk bisa merasakan adalah dengan kita harus "tirakat/berlatih" dan tirakat yang termudah ialah tirakat hati berlatih merasa salah, penuh dosa, hina dihadapan Alloh karena kita tempatnya salah dan dosa. Ini dilatih setiap saat dimanapun berada.

Rosululloh Saw bersabda:

"manusia adalah tempatnya salah dan lupa", dan "setiap anak adam pernah berbuat kesalahan, dan sebaik-baik orang yang berbuat salah ialah yang bertaubat".

Makanya apabila hati senatiasa seperti merasa menjadi hamba, itulah hakekat kekasih Tuhan, dan orang ini pasti tersembunyi tidak ada orang yang tahu.

Pada saat posisi itulah

"….maka mereka itu kejahatan mereka diganti Allah dengan kebajikan. Dan adalah Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang". ( Al Furqon 70 )

Walaupun orang itu pernah melakukan dosa-dosa besar, bahkan seorang pelacur ataupun pembunuh itu adalah kekasih Tuhan. Ini pernah dilakukan oleh seorang pelacur yang menemukan metode ini, setelah memberikan minum air, dia merasa rendah, hina, nol, tidak ada-apa apa, saat itulah dia lebur dihadapan Alloh. Sampai berucap "lebih baik kamu anjing tidak mempunyai akal tapi kamu tidak pernah melakukan dosa, sedangkan aku yang sempurna dan mempunyai akal, hidupku berlumuran dosa". Saat itulah buliran air mata yang tulus dari seorang pelacur tumpah karena ingat dengan dosa-dosanya, sehingga dia merasa rendah, hina dan penuh banyak dosa. Maka pelacur yang dianggap hina pada saat itu, Alloh mengangkat derajatnya sehingga dosa-dosanya lebur dengan kasih sayangNya sehingga pelacur itu dimasukkan didalam surga.

Maka temukanlah Tuhan, jangan kita sampai tertipu dengan bayangan yang semu, karena semua itu adalah menipu.

Firman Alloh :

"Kullu Syai In Haalikun Illaa Waj Hah"

"Segala sesuatu rusak hancur kecuali Alloh".

Sebagai gambaran

Analogi pertama :

Ada sebuah bayangan orang padahal mustahil ada bayangan akan tetapi tidak ada orangnya, Maka yang melihat bayangan harus upaya tahu dengan orangnya, dan siapa yang melihat orangnya tidak perlu melihat bayangan, karena yang dituju adalah orangnya.

Analogi ke dua :

Ada sebuah arloji ditangan saya, apabila kita menginginkan arlojoi ditangan saya, tidak perlu melihat bayangan karena ketika melihat arloji, maka bayanganpun tidak ada. Aka tetapi apabila melihat bayangan harus mencari aslinya. (tolong pahami analogi ini)

Kesimpulan :

Maka dunia sifatnya adalah rusak dan hancur berarti dunia dan seisinya adalah bayangan, maka siapa yang melihat dunia pasti tahu siapa dibalik itu semua, berarti ketika melihat dunia, melihat dirinya, melihat makhluk, melihat angan-angan, itu hakekatnya semua adalah bayang-bayang. Dan dibalik itu semua ada yang mencipta. Mustahil tidak ada yang mencipta !

1. Katakanlah: "Dia-lah Allah, Yang Maha Esa.

2. Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu.

3. Dia tiada beranak dan tidak pula diperanakkan,

4. dan tidak ada seorangpun yang setara dengan Dia." ( QS Al Ikhlas 1-4)

Inilah inti hidup kita didunia, menemukan Tuhan ! karena dunia adalah bayangan, dan bentuk apapun bayangan adalah palsu. Maka jangan sekali-kali tertipu dengan bayangan.

dan inilah fungsi wahidiyah disampaikan keseluruh penjuru jagat alam semesta, kalau tidak menemukan tuhan pasti sangatlah menyesal selama-lamanya, karena kita seperti lingkaran setan tidak tahu siapa yang menciptakan semua ini, kalau akal memang tahu bahwa dunia seisinya adalah ciptaan, akan tetapi hati tidak bisa dipungkiri lupa dengan Sang Pencipta ! (Mudah diucap akan tetapi susah dirasakan)

Khusus kepada pengamal sholawat wahidiyah dimanapun berada, kapan kita bangkit untuk menyiarkan ilmu ini ?

Buatlah beliau Muallif Sholawat Wahidiyah tersenyum bahagia, jangan buat beliau menangis hanya karena perbuatan dan tingkah laku kita yang memalukan.

Ayo bangkit ! bangkit ! dan bangkit !

Jatuh 1000 kali, bangkit 1000 kali juga !